Powered by Blogger.

Search This Blog

Monday, June 9, 2014

Faktur Pajak



SERI ULASAN PPN TENTANG FAKTUR PAJAK



Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP). Faktur Pajak merupakan bukti pungutan pajak dan dapat digunakan sebagai sarana untuk mengkreditkan Pajak Masukan.  Faktur Pajak sebagaimana dimaksud di atas harus dibuat pada :

  • a.      saat penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak;

  • b.      saat penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran terjadi sebelum penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau sebelum penyerahan Jasa Kena Pajak; atau

  • c.       saat penerimaan pembayaran termin dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan.

Faktur Pajak harus memenuhi persyaratan formal dan material. Faktur Pajak dikatakan memenuhi persyaratan formal apabila diisi lengkap, jelas, dan benar. Sedangkan faktur pajak dikatakan memenuhi persyaratan material apabila berisi keterangan yang sebenarnya atau sesungguhnya mengenai suatu penyerahan BKP/JKP.

Swasembada



Swasembada berasal dari kata “swa” dan “sembada”. Swa berarti sendiri. Sembada berarti dapat memenuhi kebutuhan. Jadi, swasembada artinya dapat memenuhi kebutuhan sendiri.
Salah satu produk andalan Bojonegoro adalah paving. Paving telah cukup memberdayakan masyarakat Bojonegoro dari kota ke desa atau bahkan sebaliknya. Aspal selain mahal dan susah dicari, ternyata masa manfaatnya tidak terlalu lama karena mudah rusak. Hal tersebut salah satunya karena limpahan air hujan yang acapkali ketika musim penghujan datang volumenya bisa meluap sehingga terjadi banjir di beberapa titik.
Akhirnya dengan mengoptimalkan sumber daya alam berupa pasir bengawan solo dan tentu tidak ketinggalan adalah jumlah tenaga kerja yang cukup memadai , paving lahir bak penyelamat jalan atau gang kecil yang ada di Bojonegoro.
Roda ekonomi masyarakat pun mulai menggeliat. Hal tersebut seiring dengan akses transportasi jalan yang mudah dijangkau. Jalanan yang dipaving memungkinkan alat transportasi bisa masuk ke pusat-pusat produksi ekonomi masyarakat. Hal tersebut tentu beda jika dibandingkan dengan jalanan berbatu yang mengharuskan pengguna jalan berhati-hati, atau jalan tanah yang terkadang licin dan sering membuat kendaraan terperosok. Jalanan paving meskipun masih membutuhkan perawatan, setidak-tidaknya telah membuat suasana baru sampai pinggir-pinggir sawah.

Marhaban ya Ramadhan

Ramadhan adalah bulan dimana kita hendaklah melepaskan diri dari amarah dan syahwat. Karena sejatinya berpuasa dalam bulan Ramadhan adalah menahan diri dari syahwat (keinginan) baik mulut, perut dan nafsu seksual, serta menahan diri dari amarah. Hal itulah yang senantiasa membebani hidup manusia sehingga tidak dapat merasakan hakikat hidup. Ketika kita bisa membebaskan diri dari amarah dan syahwat, maka hidup ini akan terasa enak, nikmat, ringan dalam beramal dan berbuat kebaikan. Nah, hal itulah yang menjadi target kualifikasi dari para lulusan Madrasah Ramadhan. Lalu, bagaimanakah persiapan kita agar dapat menjadi murid yang lulus ujian di Madrasah Ramadhan ?

Gebyar Pameran Di Kecamatan Sugihwaras

Gebyar pameran pelayanan publik kali ini dilaporkan dari Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro. Pameran yang berlangsung dari tanggal 20 s.d. 21 Mei 2014 di gelar di lapangan Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras. KPP Pratama pun tetap setia melayani informasi kepada masyarakat. 
Berikut adalah foto kunjungan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto, di stand pameran KPP Pratama Bojonegoro.
Tampak suasana pameran yang meriah. Terlebih lagi dihadiri langsung oleh Bapak Bupati bersama forpimda setempat. 

Deklarasi DJP Bersih


Santunan Anak Yatim



       Solidaritas sosial kemanusiaan sangatlah penting dalam hidup ini. Masih banyak yang tidak beruntung dalam hidup ini. Banyak ujian dari Allah. Mulai dari kekurangan ekonomi sampai dengan kekurangan kasih sayang. Anak yatim dan piatu. Yah, mereka telah ditinggal ayah atau bunda, bahkan keduanya dari sejak kecil. Untuk itu, sayangilah mereka. Kemana lagi mereka akan berharap ? Bukan akan menjadikan mereka kaya secara materi, tetapi lebih dari itu, kasih sayang adalah manifestasi suatu kata. Kata baik dan bermanfaat. Bahkan tempayan yang retak bukan karena air di dalamnya yang merembes, tetapi seberapa banyak benih yang bisa tumbuh dari rembesan air itu. Tetap saja tempayan itu terjaga. Bisa jadi tempayan itu harus diganti. Tapi amalan baik akan tercatat abadi dalam kitab akhirat. Malaikat juga tahu, bahkan turut mendoakan siapa saja yang berbuat baik kepada sesama khususnya mereka anak yatim. Semoga tetap ikhlas.

Pameran Pelayanan Publik 2014 ditutup di Kecamatan Kanor



Pelayanan publik yang memuaskan merupakan salah satu tuntutan masyarakat. Di jaman keterbukaan informasi seperti saat ini, sudah selayaknya setiap organisasi menyampaikan visi dan misi yang jelas di hadapan khalayak. KPP Pratama Bojonegoro sebagai salah satu pengemban amanah rakyat dalam pengelolaan keuangan negara di bidang perpajakan tidak ingin ketinggalan peran dalam pameran pelayanan publik di tahun ini.  Sampai acara penutupan pameran pada tanggal 5 Juni 2014 di Kecamatan Kanor, pelayanan publik khususnya tentang informasi perpajakan tetap setia hadir untuk masyarakat. Karena pajak, dari rakyat, untuk rakyat. 
                Untuk mewujudkan suatu kesadaran masyarakat di bidang perpajakan diperlukan informasi yang berimbang bagi masyarakat. Dengan demikian diharapkan dalam jangka panjang kepatuhan perpajakan dari Wajib Pajak pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya akan semakin baik dan selalu meningkat. Manfaat bagi para pelajar tentu tidak bisa dianggap remeh, karena pajak hadir sebagai bentuk edukasi bagi early tax payers. Kelak ketika mereka diharapkan menjadi Wajib Pajak yang patuhm yang mengerti akan hak dan kewajiban perpajakannya. Kesadaran dalam membayar pajak sudah ditumbuhkan sejak dini, bahkan ketika mereka sekolah pun telah ditanamkan nilai-nilai kesadaran terhadap pembangunan bangsa ini.
Foto stand pameran dari KPP Pratama Bojonegoro saat dijejali pengunjung

IHT TENTANG GRATIFIKASI, LHKPN, DAN PROGRAM PENGHARGAAN KINERJA PEGAWAI (PKP) 2014




Suasana serius tapi tetap santai terjadi saat pelaksanaan IHT ini (2 Mei 2014). Bertindak selaku pemateri tentang Gratifikasi adalah Bapak Matori, Kasi Pengolahan Data dan Informasi, sedangkan untuk pemateri tentang LHKPN dan Program PKP 2014 adalah Bapak Piranto, Kasubag Umum KPP Pratama Bojonegoro.

IHT Stakom PBAK








Ada hal yang tak bisa dengan IHT kali ini. Pada tanggal 6 Juni 2014 di aula KPP Pratama Bojonegoro diadakan IHT tentang Pre-Assessment Strategi Komunikasi Pendidikan dan Budaya Anti Korupsi, atau disingkat Strakom PBAK tahun 2014. Bertindak selaku pemateri adalah Tim Itjen Kemenkeu. Sebelum diadakan IHT, dilakukan pengisian survei kepada seluruh pegawai, dan dari hasil survei diketahui bahwa pre-assessment STRAKOM PBAK di KPP Pratama Bojonegoro adalah baik. Namun demikian perlu ditingkatkan pada beberapa hal yang menyangkut penggunaan fasilitas kantor.
 

Cakti Buddhi Bhakti



Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memiliki lambang atau logo yang dipergunakan sebagai simbol internal, yaitu : CAKTI BUDDHI BHAKTI. Ini diambil dari Bahasa Sansekerta yang berarti dengan segala kekuatan, tenaga, dan pikiran dan dengan budi yang luhur, kami berbakti kepada negara.
Sedangkan arti secara keseluruhan adalah :
DJP sebagai aparatur Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila mempunyai tugas dalam bidang Perpajakan dan dalam melaksanakan fungsinya memungut dan memasukkan pajak ke dalam Kas Negara berusaha dengan segala daya upaya agar fungsi pajak, baik budgeter maupun mengatur, dapat terlaksana sebaik-baiknya berdasarkan Tridharma Pemajakan dengan memperhatikan tingkat conyunctuur guna mencapai masyarakat adil dan maknur, materiil dan spirituil, sesuai dengan tujuan Undang-Undang Dasar 1945.
Diskripsi logo dimaksud adalah sebagai berikut :
1.    Perisai berbentuk segi lima, melukiskan Negara Pancasila Republik Indonesia.
2.    Sayap berkembang yang berbulu lima menunjukkan kemegahan Negara, sebagai pendorong para pegawai Direktorat Jenderal Pajak menjalankan tugasnya dengan bertujuan memelihara tetap berkembangnya sayap Negara.
3.    Bejana emas melambangkan tempat pengumpulan uang negara.
4.    Libra dengan Padi dan Kapas :
Ø  Libra melukiskan keadilan.
Ø Padi tujuh belas butir dan delapan kelompok bunga kapas melukiskan cita-cita kemakmuran Negara.
5.    Tiga gelombang melukiskan bahwa DJP dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan Tridharma Pemajakan. Gelombang diartikan bahwa fiskus mengatur dan memperlunak conyunctuur.
Tridharma Pemajakan yaitu:
1.    meliputi seluruh subjek pajak;
2.    objek pajak yang semestinya;
3.       tepat pada waktunya.

Puisi Tentang Pajak



KAMI BANGGA BAYAR PAJAK

Kami anak Indonesia, Bangga Bayar Pajak
Kami bukan pahlawan kemerdekaan
Kami warga dengan segenap pengorbanan
Berkorban untuk membangun Negara

Pajak, kau adalah kebanggaanku
kau bagian dari perjalanan sejarah bangsaku
Sumbangsihmu yang tanpa henti
Telah membangun dan mesejahterakan negeri

Sebarkan kasih dan pelayananmu ke seluruh negeri
Jangan setengah-setengah
Terjang semua hambatan ini
Demi kesinambungan pembangunan

Pajakku,,aku akan selalu dibelakangmu
Menjadi pejuang-pejuangmu
Menjadi lebah seperit filosofimu
Tuk selalu setia dan taat membayar pajakku

Demi Negaraku, Bangsaku, keluargaku
Apa kata dunia
Aku dan kawan-kawanku
Selalu taat BAYAR PAJAK
 

Followers

About

About

KPP Pratama Bojonegoro Jl Teuku Umar No 17 Bojonegoro