Powered by Blogger.

Search This Blog

Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Friday, December 12, 2014

Pesona Temaram



Indahnya dalam temaram 
Esok hari penuh asa
Setangkup doa dinaikkan
Beriringan dengan terperanjatnya awan
Sinarnya jelas, menyingkap pesona di ujung senja
Mudah-mudahan candra rembulan tersembul dari balik angkasa
Bercengkrama dengan sesama
Melepas penat di serambi kedamaian



Wednesday, October 15, 2014

Catatan Kecil : Wonoboyo Mangir


Seorang menantu yang disingkirkan, dibunuh dengan sadisnya di batu gilang, singgasana Kesultanan Mataram. Ketika kekuatan militer tidak memungkinkan untuk mendukung penguatan hegemoni dan kekuasaan ~ setelah peperangan melawan Pajang ~, sebuah usaha untuk memperdayai dan menaklukan musuh dilakukan dengan menjadikan putrinya sendiri, Retna Pembayun sebagai umpan.

Mangir, sebuah dusun di desa Sendang Sari, Pajangan, Bantul, pada era abad ke-16 merupakan sebuah tanah perdikan yang dibangun oleh bangsawan Majapahit. Ki Ageng Wonoboyo Mangir berkuasa atas tanah perdikan tersebut melanjutkan kekuasaan yang didirikan oleh leluhurnya. Ke arah utara, di pinggiran Kali Opak, sebuah swatantra baru yang bernama Mataram sedang dibangun oleh Panembahan Senopati.

Dua tahun sebelumnya pada tahun 1582, Mataram terlibat peperangan besar dengan Pajang yang berujung pada kekalahan Pajang dan mangkatnya Sultan Hadiwijaya, yang tak lain ayah kandung dari Panembahan Senapati yang dilahirkan lewat rahim Nyai Sabinah, istri Ki Ageng Pemanahan.

Standing Banner



Peran standing banner sebagai saluran informasi tetap dibutuhkan dan tidak bisa dianggap remeh. Karenanya desain dan lay out penempatannya sebaiknya diusahakan selalu sesuai dengan maksud semula dan menarik baik kalimat maupun gambarnya.

Thursday, October 9, 2014

Hemat Listrik



Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa listrik banyak manfaatnya. Terutama di kantor. Hampir semua pegawai membutuhkannya. PC tidak akan bisa dipakai jika tidak ada listrik. Belum lagi penggunaan AC di dalam ruangan. Karenanya untuk kepentingan bersama, ayo budayakan hemat listrik. Di siang hari sebaiknya gunakan penerangan matahari dengan membuka jendela agar udara segar dan sinar terang cahaya matahari bisa masuk ke dalam ruangan. Matikan lampu dan peralatan elektronik lainnya seperti komputer, printer, mesin foto copy, dll. jika tidak digunakan. Oke deh, kita bisa !!!


Catatan Kecil : AMANGKURAT





Ia mewarisi tahta ayahnya, Sultan Agung Hanyokrokusumo. Raja Mataram yang termasyur itu tidak ada pilihan lain selain kepada Raden Mas Sayidin, putra tertuanya dari Ratu Wetan, untuk ditunjuknya sebagai raja berikutnya dari Dinasti Mataram.

Pada tahun 1646 ia naik tahta. Dengan gelar yang ditasbihkannya sebagai Amangkurat I, ia berkuasa atas seluruh wilayah Jawa bagian tengah, Manca Negara Wetan dan Madura. Amangkurat, suatu nama yang dimaksudkan sebagai pemangku rat, pemangku bumi. Bukan kearifan dan kecakapannya dalam pemerintahan yang ia warisi dari ayahnya, namun hanya kebrutalan yang ia teruskan dari masa-masa sebelumnya.

Catatan Kecil : BENOWO





Ia tersingkir dari istananya. Setelah Raja Adiwijaya, ayahandanya, mangkat dan Pajang kalah perang oleh pasukan Sutawijaya, kekuasaan atas Kerajaan Pajang diserahkan kepada Aryo Pangiri pada tahun 1589. Aryo Pangiri, putra Sunan Prawoto sekaligus menantu tertua dari Raja Adiwijaya.

Pangeran Benowo selanjutnya didudukkan sebagai Adipati Jipang Panolan, suatu daerah yang wilayah kekusaannya meliputi Kabupaten Blora dan Bojonegoro pada saat ini. Entah apa maksud dari para pembesar Pajang ataupun Sutawijaya, seorang Pangeran Benowo yang merupakan putra tertua dari Raja Adiwijaya yang mana lebih tinggi akan kedudukannya sebagai pewaris singgasana raja daripada seorang putera menantu, disingkirkan ke luar dari lingkaran kekuasaan.

Friday, October 3, 2014

Catatan Kecil : PAJANG





Sesudah Adipati Jipang itu, Aryo Penangsang, tewas secara mengenaskan dengan usus terburai pada suatu siang di tepi bengawan Sore, lega sudah hati Sultan Hadiwijaya. Ia merasa klilip yang selama ini menghantui dirinya dan segenap trah Trenggono telah sirna. Ia juga merasa lega karena derita bathin di atas kesumat segenap trah Trenggono telah terbayarkan. Terbanyang dalam dirinya atas kematian Sunan Prawoto dan Pangeran Hadlirin. Atas itu pula yang menyebabkan Ratu Kalinyamat, istri Pangeran Hadlirin, harus melakoni tapa wuda sinjang rambut di gunung Donorojo. Tapa wuda sinjang rambut sampai kematian Pangeran Hadlirin terbalaskan.

Monday, September 29, 2014

Realita



Dalam suatu perkemahan, kakak mentor bercerita tentang jurit malam yang sedianya akan diikuti seluruh peserta camp. Rutenya menantang. Ibarat permaian stop bus atau seven up. Peserta semuanya membentuk lingkaran. Berhitung dimulai dari satu. Setiap angka 7 atau kelipatannya, harus diam atau melakukan ucapan/gerakan tertentu sesuai yang diperintahkan. Karenanya dibutuhkan konsentrasi dan kejelian. Tidak mudah menyerah.

Tapi gambar di atas bukan permainan, tapi realita. Menunggu bus. Di terminal kota Bojonegoro. Wajar. Penumpang lagi sepi. Para pengusaha transportasi harus memutar otak agar biaya tidak lebih besar daripada penerimaan.

Dan sekali lagi, akhirnya menjadi kenyataan. Menunggu bus di terminal. Asap knalpot solar, asap rokok dan keringat jadi satu. Belum lagi jika cuaca terik. Meski ber-AC, tetapi tetap bawaan selalu ditenteng. Mudah-mudahan tetap ditanamkan kesabaran. "Kepala" boleh berasap, tapi hati harus tetap dingin. Secara ilmiah, realita adalah kebenaran. Namun tidak selalu menjadi kebenaran absolut.


Check List



Tidak dapat dipungkiri manfaatnya. Suatu permohonan dalam bidang perpajakan hendaknya memenuhi beberapa syarat yang telah ditentukan. Untuk memudahkan penelitian kelengkapan suatu permohonan itu, biasanya diperlukan suatu check list. Proses selanjutnya dapat dilalui setelah syarat-syaratnya dipenuhi dengan lengkap. Syarat formal atau material, atau bahkan keduanya. Syarat formal diantaranya menyangkut administrasi surat-menyuratnya. Sementara syarat material diantaranya berkenaan dengan pokok materi atau suatu nilai yang dimohonkan. Konsultasikan kepada petugas terkait permohonan Anda.

Catatan Kecil : Samin Surosentiko




Ia di lahirkan di Plosokediren, Randublatung, Blora pada tahun 1859. Raden Kohar adalah nama kecilnya. Trah bangsawan mengalir dalam darahnya dari garis ayahnya, Raden Surowijoyo yang merupakan keturunan dari Pangeran Kusumaningayu, Adipati Sumoroto, daerah Tulungagung sekarang.

Ia dibesarkan dalam pengasuhannya ayahnya di Plosokediren. Realita masa penjajahan kolonial menyadarkan dirinya akan hak-hak bangsa pribumi yang tertindas. Terutama kebijakan Kompeni atas privatisasi hutan jati dan kewajiban membayar pajak bagi masyarakat miskin.

Wednesday, September 10, 2014

Catatan Kecil : KURUSETRA





Delapan belas hari sudah padang Kurusetra menjadi medan laga bagi para wangsa Kuru. Anyir darah menyeruak dalam setiap jengkal tanah ilalang tersebut. Udara terasa berat oleh debu-debu peperangan yang bercampur bau busuk jasad para korban dan kuda perang. Kereta-kereta perang yang hancur tak berupa beserta ribuan senjata tak bertuan yang terserak menambah muramnya tanah di tepian sungai Saraswati tersebut.

Telah gugur para pahlawan dari pihak masing-masing. Padang Kurusetra menjadi tanah kalangan bagi Bisma, pinesepuh wangsa Kuru yang tentunya pinesepuh dari pihak Pandawa maupun pihak Kurawa yang sedang berperang. Pada hari kesepuluh, tubuh laki-laki agung tersebut terjerembah ke tanah ketika anak panah yang dilesatkan Srikandi dari gendewanya menembus dadanya. Bisma tak kuasa untuk mengangkat senjatanya ketika mengetahui bahwa Srikandi yang tak lain adalah perupaan Dewi Amba, wanita yang menderita batin atas cintanya yang terenggut dari Pangeran Salwa karena Bisma, dipertemukan dengannya oleh pihak Pandawa dalam perang tersebut.

Tuesday, September 2, 2014

Catatan Kecil : Bale Sigala-Gala, Hymne Para Pejuang





Bale Sigala-gala telah penuh sesak para undangan. Sebuah pesta pora dihajatkan oleh para Kurawa dengan undangan istimewa lima orang Pandawa beserta ibundanya. Malam kian pekat. Gelar tari istana menyeruak di antara sorak sorai hadirin. Aneka hidangan yang sebenarnya berbeda dengan hidangan lain dikhususkan untuk keluarga Pandawa. Hidangan yang telah ditaburi racun tilem yang akan menjadikan hilang kesadaran bagi mereka yang menikmatinya. Tanpa disadari oleh para Pandawa, terasa bahwa perjamuan tersebut adalah perjamuan tulus yang dipersembahkan kepada mereka oleh para Kurawa. Namun tidak bagi Bima Sena, ia teringat pesan seorang winasis yang ia jumpai di ujung jalan ketika hendak menuju Bale Sigala-gala. Janganlah dirimu terlena oleh kenikmatan jasad.

Monday, September 1, 2014

Catatan Kecil : ABIMANYU




Pada bulan kedelapan atas usianya di kala masih di rahim ibunya, Sri Kresna bertutur di hadapan Arjuna, ayahnya. Sebuah suluh minyak jarak menempel di dinding kuil kecil di pinggir hutan itu, di kala Sri Kresna bertutur tentang gelar perang Cakrabyuha. Sebuah gelar perang dengan susunan prajurit perang yang melingkar berlapis membentuk kumparan yang akan mengurung musuh dengan tanpa kesempatan dan harapan untuk melepaskan diri. Sepasang telinga kecil dalam kandungan Subadra, ibunya, dengan takzim mendengarkan penuturan Sri Kresna tersebut. Tak berselang lama ketika Sri Kresna menerangkan tentang cara mematahkan gelar perang Cakrabyuha, mimpi-mimpi malam telah memeluk Subadra dan anak yang sedang dikandungnya.

Abimanyu, anak Arjuna dari Subadra itu, tumbuh dan besar di Dwaraka dalam pengasuhan ayahnya. Olah kebathinan ia peroleh dari eyang buyutnya, Begawan Abiyasa. Wahyu Makutha Raja, Cakraningrat dan Wahyu Hidayat adalah karomah bathin yang ia dapatkan atas olah bathinnya. Ia menikah dengan Siti Sundari, putri Sri Kresna dan kemudian menetap di Plongkowati.

Friday, August 22, 2014

Catatan Kecil : BISMA





Sore itu, di hari kesepuluh Perang Baratayudha di Padang Kurusetra, Bisma dengan wajah seorang ksatria agung, terperanjat atas kenyataan siapa yang harus ia hadapi pada saat itu. Srikandi adalah perupaan Dewi Amba.
Dewi Amba, putri dari Kasi, sekitar empat puluh tahun yang lalu harus berpisah dengan kekasihnya, Pangeran Salwa dari Saubala karena Dewabrata - nama muda Bisma - telah memenangi sayembara yang diupayakan oleh ayahnya. Sayembara yang mensyaratkan semua ksatria yang hendak meminang para putri Kasi untuk dapat saling mengalahkan. Dewi Amba beserta kedua adiknya, Ambika dan Ambalika menjadi putri boyongan bagi Bisma. Namun betapa masgul hati Amba bahwa bukan sejatinya dirinya sebagai putri boyongan bagi Bisma, namun bagi adik Bisma, Pangeran Wicitrawirya.

Wednesday, August 20, 2014

Catatan Kecil : Destarata





Ia dilahirkan dalam kekurangsempurnaan. Dari rahim seorang istri Wicitrawirya, Dewi Ambika, Destarata dilahirkan. Namun sejatinya ia bukan anak biologis Wicitrawirya yang wafat karena sakit paru dan tanpa berketurunan, ia adalah anak pujan dari Begawan Abiyasa.
Setelah Wicitrawirya mangkat, Setyawati, ibunda Wicitrawirya, mengutus Dewi Ambika dan Ambalika - yang kedua-duanya adalah istri Wicitrawirya - untuk menemui Begawan Abiyasa di Gunung Sapta Arga dengan maksud memohon keberkahan akan keturunan.
Di dalam kamar semedi Begawan Abiyasa, dengan wajah yang teramat dahsyat dengan mata yang menyala-nyala, Begawan Abiyasa menyelenggarakan upacara pujan untuk memohon keturunan bagi Ambika dan Ambalika. Ambika menutup matanya atas hal tersebut, sehingga lahirlah dari rahim dirinya seorang anak yang buta yang kelak dinamakan Destarata. 

Syair Lagu Pajak : KINI KUTAHU





Kini Kutahu Pajak
Dari Kita Untuk Kita
Agar Kita Sejahtera

Kini Kutahu Mengapa
Dirimu Selalu Taat
Baktikan Pajakmu Demi Negara

Tuesday, August 19, 2014

Catatan Kecil : BASUKARNO





Empat puluh dua tahun yang lalu, dalam sebuah kotak kulit, hanyut dalam aliran sungai seorang bayi laki-laki rupawan. Seorang istri sais memungutnya dan menjadikan ia sebagai anak angkatnya. Tampak dari tempatnya di mana ia dihanyutkan, tentulah bayi tersebut bukan dari kalangan kebanyakan. Kasta Kesatria yang telah melahirkan bayi ini, pikir ibu itu. Namun entah mengapa, sang ibu bayi yang telah melahirkannya justru menolak keberkahan dari Pemilik Hidup.

Dalam kuil kecil di pinggir gurun, separuh hari perjalanan dari Awangga, Kunti, istri Baginda Pandu, ibu dari para Pandawa duduk dengan tegak di atas batu kali. Tiga suluh minyak jarak yang menempel di dinding menerangi ruangan dengan muram walaupun matahari senja belum tenggelam di balik cakrawala. Seorang dayang tua duduk bersimpuh di sudut kuil menemani ibu sepuh tersebut. Garis wajahnya yang begitu kuat menggambarkan penderitaan yang telah ia alami selama ini. Sepuluh tahun lebih Kunti beserta para putranya harus mengasingkan diri dalam hutan setelah para Pandawa kalah dadu di istana Hastinapura. Permainan dadu yang juga telah meruntuhkan kehormatan keluarga Pandawa.

Friday, August 15, 2014

Catatan Kecil Mas Wandi : "ADAGIUM PAKDE LODRO"


Bagi penggemar sastra, inilah saatnya menyimak Catatan Kecil Mas Wandi.



Di tepi jalan menuju kuburan desa, berdiri dengan lapuknya sebatang pohon beringin tua. Akar-akar tunjangnya menjuntai ke tanah. Rimbun daun-daun yang menguning mulai rontok mengotori tanah sekitar. Batangnya mulai mengering dan keropos berongga karena penyakit tahun. Kulit batangnya mulai mengelupas di banyak tempat. Tak sedikit orang yang takut untuk sekedar lewat di dekat pohon beringin renta itu, apalagi mendatanginya. Takut akan keangkerannya, juga takut akan mudharatnya.
Tepat di bawah batang pohonnya, tergeletak sebuah tungku perapian kemenyan yang selalu mengepulkan asap-asap dupanya. Asap-asap dupa yang yang membumbung tinggi menaburkan bau wangi kemenyan yang senantiasa dinikmati para jin dan peri penghuni beringin tua itu. Beribu jin dan peri menempati setiap dahan, ranting, akar tunjang dan pucuk-pucuk daunnya.

Wednesday, August 13, 2014

TAHU LEBIH AWAL, LEBIH BAIK





Kanker, demikian nama penyakit yang menyeramkan saat ini . Bagaimana tidak seram, dia pembunuh rakyat Indonesia. Secara pelan-pelan setiap tahun kasusnya makin bertambah. Yang lebih membuat sedih ketika tahu hal tersebut baru belakangan setelah penyakit kanker tersebut sudah menyebar atau pada stadium akut. Bisakah dia dideteksi dini ? Jawabnya, bisa.

Monday, July 14, 2014

LEK YITNO





Wah asyiknya si Kojib berfoto bersama dengan para punakawan dan Lek Yitno sang kreator kereta hias. Partisipasi mereka tidak dapat dianggap remeh. Animo masyarakat yang haus akan hiburan menjadi tantangan tersendiri bagi kegiatan penyuluhan perpajakan di Bojonegoro. Tantangan tersebut disambut dengan amanah oleh para pegawai penyuluh perpajakan dibantu oleh tim pramubhakti yang dipimpin oleh Suyitno, atau yang biasa disapa dengan Lek Yit. Bahkan tidak hanya untuk urusan kebersihan lantai di tiap ruangan dan halaman luar kantor, tetapi juga urusan pemeliharaan bangunan seperti kegiatan pengecatan, atau urusan berkenaan dengan sound system ruangan atau untuk acara – acara di luar ruangan.

"Kehidupan harus seimbang", katanya, "Adakalanya urusan berkenaan dengan teknik yang perlu ketelitian, namun adakalanya urusan berkenaan dengan seni. Jika dipadu pandan, tentu akan membuahkan hasil yang oke." 


Semoga Lek Yit dan kawan-kawan tetap semangat dalam berkarya dan menorehkan tinta-tinta emas kemulian dan kebaikan manfaat pajak.
 

Followers

About

About

KPP Pratama Bojonegoro Jl Teuku Umar No 17 Bojonegoro