Powered by Blogger.

Search This Blog

Thursday, October 9, 2014

Yang Tak Biasa





Morning Activity di setiap hari Rabu pagi. Itu biasa. Namun ada yang tak biasa di hari Rabu, 8 Oktober 2014 kemarin. Morning Activity kemarin langsung dihadiri oleh Kakanwil DJP Jawa Timur II, Bapak Rida Handanu. Acara yang dimulai jam setengah delapan tepat tersebut berlangsung sekitar satu setengah jam. Dimulai dengan paparan singkat dari Kepala KPP Pratama Bojonegoro, Bapak Rachmawan, tentang kinerja di tahun 2014 dan perkembangannya. Kemudian acara dilanjutkan dengan arahan dari Kakanwil.

Catatan Kecil : AMANGKURAT





Ia mewarisi tahta ayahnya, Sultan Agung Hanyokrokusumo. Raja Mataram yang termasyur itu tidak ada pilihan lain selain kepada Raden Mas Sayidin, putra tertuanya dari Ratu Wetan, untuk ditunjuknya sebagai raja berikutnya dari Dinasti Mataram.

Pada tahun 1646 ia naik tahta. Dengan gelar yang ditasbihkannya sebagai Amangkurat I, ia berkuasa atas seluruh wilayah Jawa bagian tengah, Manca Negara Wetan dan Madura. Amangkurat, suatu nama yang dimaksudkan sebagai pemangku rat, pemangku bumi. Bukan kearifan dan kecakapannya dalam pemerintahan yang ia warisi dari ayahnya, namun hanya kebrutalan yang ia teruskan dari masa-masa sebelumnya.

Tax Gathering



Kanwil DJP Jawa Timur II bersama KPP Pratama Bojonegoro, Tuban dan Lamongan hari Rabu, 8 Oktober 2014 kemarin punya "gawe" di Hotel Aston, Bojonegoro. Acaranya adalah Tax Gathering bersama dengan para Wajib Pajak di lingkup wilayah Bojonegoro, Tuban dan Lamongan. Acara dimulai sekitar jam 9 dan diakhiri dengan makan siang bersama. Hadir dalam acara tersebut selain Kepala KPP dari tiga wilayah tersebut adalah Kakanwil DJP Jawa Timut II yang saat ini diemban amanahnya oleh Bapak Rida Handanu, yang juga Tenaga Pengkaji bidang Pembinaan dan Penertiban Sumber Daya Manusia Kantor Pusat DJP. Tema yang diambil dalam acara tersebut adalah pajak wujud kerjasama membangun bangsa.


Berita Idul Adha : Tasyakuran




Setelah hari Senin, 6 Oktober 2014 kemarin diadakan acara penyembelihan hewan kurban, maka di hari Selasa, 7 Oktober 2014 waktu makan siang diadakan laporan pertanggungjawaban acara Idul Kurban oleh panitia yang dirangkai dengan acara tasyakuran dan pembubaran panitia. Semua pegawai, tenaga honorer, OB, Satpam, siswa magang PKL dan jama'ah Dhuhur Masjid Al-Hidayah turut serta dalam acara dimaksud.

Ketua Panitia, Bapak Sugeng Triawan atau yang biasa disapa Ustadz Abdul Lathif Said, melaporkan serba-serbi suksesnya acara penyembelihan hewan kurban tahun ini. Tak lupa disampaikan terima kasih kepada segenap donatur dan panitia yang telah bekerja sama dengan baik. Dalam acara tersebut Kepala KPP Pratama Bojonegoro, Bpk. Rachmawan, juga berkenan memberikan sambutan. Beliau berharap acara-acara seperti ini bisa berlanjut di tahun-tahun yang akan datang.

Berita Idul Adha : Penyembelihan Hewan Kurban


Tahun ini teman-teman KPP Pratama Bojonegoro patungan menyembelih hewan kurban sebanyak 4 ekor. Naik dari tahun sebelumnya yang hanya 3 ekor. Penyembelihan dilaksanakan pada hari Senin, 6 Oktober 2014 kemarin. Kegiatan dimulai dari sekitar jam 5 pagi. Alhamdulillah sebelum Dhuhur sudah selesai. Pendistribusiannya menyebar di beberapa wilayah yang membutuhkan, seperti Balen, Kapas, Dander, Kalitidu, Trucuk, dll., sesuai surat permohonan yang telah diterima Panitia. Tentunya tidak ditinggalkan tetangga sekitar kantor yang membutuhkan.

Acara bhakti sosialnya tahun ini dilaksanakan di Desa Sendangrejo, Kepoh, Parengan, Tuban. Di tempat tersebut diketahui banyak saudara muslim yang membutuhkan. Dalam acara tersebut berkenan Kepala KPP Pratama Bojonegoro, Bpk. Rachmawan, didampingi Kasubag Umum, Bpk. Piranto, dan segenap Panitia Idul Kurban tahun ini menyerahkan daging kurban kepada pembawa kupon yang sebelumnya telah dibagi.

Semoga bermanfaat dan istiqomah. Amin.

Berikut adalah dokumentasi foto-fotonya :


Catatan Kecil : BENOWO





Ia tersingkir dari istananya. Setelah Raja Adiwijaya, ayahandanya, mangkat dan Pajang kalah perang oleh pasukan Sutawijaya, kekuasaan atas Kerajaan Pajang diserahkan kepada Aryo Pangiri pada tahun 1589. Aryo Pangiri, putra Sunan Prawoto sekaligus menantu tertua dari Raja Adiwijaya.

Pangeran Benowo selanjutnya didudukkan sebagai Adipati Jipang Panolan, suatu daerah yang wilayah kekusaannya meliputi Kabupaten Blora dan Bojonegoro pada saat ini. Entah apa maksud dari para pembesar Pajang ataupun Sutawijaya, seorang Pangeran Benowo yang merupakan putra tertua dari Raja Adiwijaya yang mana lebih tinggi akan kedudukannya sebagai pewaris singgasana raja daripada seorang putera menantu, disingkirkan ke luar dari lingkaran kekuasaan.

Friday, October 3, 2014

Cerita Rakyat



Eks karisidenan Bojonegoro meliputi Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Lamongan. Sama-sama dilalui Bengawan Solo. Jadi tidak aneh lagi kalau berita banjir. Plat nomer kendaraan-nya "S". Banyak orang sering salah, dipikir plat "S" adalah kendaraan dari wilayah Surabaya.

Banyak cerita rakyat dari wilayah ini.
1. Bojonegoro dengan Legenda Angling Darmo, atau Ajaran Saminisme
2. Tuban dengan Kisah Para Wali-nya, yang terkenal adalah Kisah Sunan Bonang dan Sunan Kalijogo, disamping cerita Ronggolawe
3. Lamongan dengan Cerita Mbah Lamong sebagai murid dari Sunan Giri, atau Sunan Drajat di Paciran, sisi utara Lamongan, disamping tempat lahirnya Mahapatih Gajah Mada dari daerah Modo, Lamongan


SEGARRR


Sudah diyakini buah dan sayur bisa membuat tubuh semakin bugar. Kandungan vitamin yang ada di dalamnya menjadi bukti bahwa buah dan sayur sangat bermanfaat bagi tubuh. Di Bojonegoro beberapa buah yang bisa menjadi rujukan Anda, diantaranya adalah :

1. Belimbing dari Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu. Dari pusat kota Bojonegoro ke arah Jetak dan ambil jalan ke arah barat, ke arah Kalitidu, Padangan, atau Cepu. Perjalanan sekitar 10 menit Anda perhatikan gapura dengan ikon buah belimbing di sisi utara jalan. Lalu masuk ke arah Bendungan Gerak. Dan sampailah Anda di perkebunan Belimbing.

Jika saat musim panen tiba, maka Anda bisa langsung memetik buahnya dimana kebun yang Anda pilih. Anda dapat menjadikan belimbing sebagai oleh-oleh khas ke rumah Anda, atau Anda minat menanam di kebun perkarangan rumah. Di beberapa kebun juga menyediakan bibitnya.

TAUBAT





Hakikat taubat adalah kembali kepada Allah dengan mengerjakan apa-apa yang dicintai-Nya dan meninggalkan apa-apa yang dibenci-Nya, atau kembali dari sesuatu yang dibenci kepada sesuatu yang dicintai. Kembali kepada apa yang dicintai merupakan bagian dari kelazimannya dan kembali dari apa yang dibenci merupakan bagian yang lain. Karena itu Allah mengaitkan keberuntungan yang mutlak dengan pelaksanaan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang.

Firman-Nya,
"Dan, bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kalian beruntung." (An-Nur: 31).

Catatan Kecil : PAJANG





Sesudah Adipati Jipang itu, Aryo Penangsang, tewas secara mengenaskan dengan usus terburai pada suatu siang di tepi bengawan Sore, lega sudah hati Sultan Hadiwijaya. Ia merasa klilip yang selama ini menghantui dirinya dan segenap trah Trenggono telah sirna. Ia juga merasa lega karena derita bathin di atas kesumat segenap trah Trenggono telah terbayarkan. Terbanyang dalam dirinya atas kematian Sunan Prawoto dan Pangeran Hadlirin. Atas itu pula yang menyebabkan Ratu Kalinyamat, istri Pangeran Hadlirin, harus melakoni tapa wuda sinjang rambut di gunung Donorojo. Tapa wuda sinjang rambut sampai kematian Pangeran Hadlirin terbalaskan.

 

Followers

About

About

KPP Pratama Bojonegoro Jl Teuku Umar No 17 Bojonegoro